15 Agustus 2026
Piala Dirgantara 2026, Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kolaborasi di HUT ke-50 PTDI
Bandung (15/08) – Dalam rangka
menyemarakkan HUT ke-50, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali menggelar
rangkaian kegiatan olahraga dalam Piala Dirgantara 2026. Rangkaian ini
menghadirkan berbagai turnamen dari sejumlah cabang olahraga, yaitu bulu
tangkis, mini soccer, basket, biliar, padel, E-Sport, dan catur cepat (Rapid
Chess), yang melibatkan insan PTDI, komunitas olahraga, serta masyarakat.
Mengusung tema HUT ke-50
PTDI, “Golden Legacy, Global Horizon: Menjaga Kedaulatan Bangsa,
Mengangkasa di Panggung Dunia”, rangkaian Piala Dirgantara 2026 menjadi salah
satu momentum untuk membangun kolaborasi antara dunia industri, komunitas
olahraga, dan masyarakat melalui berbagai cabang olahraga yang memadukan unsur
edukasi, budaya, sportivitas, dan kebersamaan.
Rangkaian
Piala Dirgantara 2026 diawali dengan turnamen badminton yang berlangsung pada
tanggal 27 Juli–19 Agustus 2026, di Auditorium B.J. Habibie PKSN. Selanjutnya, turnamen
mini soccer diselenggarakan pada 1-22 Agustus 2026 di Bintang Sport Mini
Soccer, Cimahi, dan dilanjutkan dengan berbagai turnamen olahraga lainnya,
termasuk turnamen catur cepat (Rapid Chess) yang mempertemukan pecatur
dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan
mencapai puncaknya pada peringatan HUT ke-50 PTDI pada 29 Agustus 2026 melalui
kegiatan Runtainment.
PTDI Rapid
Chess Tournament diselenggarakan pada hari ini (15/08), di selasar Gedung Auditorium
B.J. Habibie, PTDI. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus
Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Jawa Barat, Asep
Mulyana; Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung,
Nuryadi; serta Ketua Umum Pengurus Kota (Pengkot) PERCASI Kota Bandung, Salahuddin
Al Ayubi. Berkolaborasi dengan PERCASI, turnamen ini merupakan kompetisi catur
cepat tingkat nasional yang diikuti oleh 500 peserta, perwakilan dari 11
provinsi di Indonesia.
PTDI Rapid
Chess Tournament telah diselenggarakan selama tiga tahun sejak 2024,
seiring dengan antusiasme komunitas catur yang terus berkembang. Kehadiran Grandmaster
Indonesia, Novendra Priasmoro, serta Grandmaster asal Vietnam, Nguyen
Duc Hoa, turut memperkuat kualitas kompetisi sekaligus memberikan pengalaman
bertanding bagi para peserta.
PTDI Rapid
Chess 2026 mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari Master,
Non-Master, Veteran, hingga Junior yang mencakup peserta tingkat Sekolah Dasar
(SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keragaman kategori tersebut memberikan
kesempatan bagi peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan untuk
berkompetisi dalam satu ajang catur tingkat nasional.
Catur dipilih sebagai
salah satu cabang olahraga dalam Piala Dirgantara 2026 karena memiliki nilai
yang sejalan dengan karakter industri dirgantara, seperti strategi, ketelitian,
konsentrasi, presisi, kemampuan membaca situasi, serta pengambilan keputusan
yang tepat. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi bagian penting dalam
aktivitas industri dirgantara yang membutuhkan perencanaan dan perhitungan
secara matang.
Menggunakan
format Rapid Chess, setiap pemain memiliki waktu bermain lebih dari 10
menit dan kurang dari 60 menit untuk menyelesaikan satu permainan, sesuai
dengan ketentuan Fédération Internationale des Échecs (FIDE). Pada PTDI
Rapid Chess 2026, kontrol waktu yang digunakan adalah 10 menit dengan tambahan
3 detik untuk setiap langkah. Format ini lebih singkat dibandingkan dengan
catur klasik, tetapi lebih panjang dibandingkan dengan catur kilat (blitz),
sehingga pemain dituntut untuk mampu mengelola waktu sekaligus menyusun
strategi secara cepat dan tepat. Para pemain tetap mengikuti aturan catur
standar, termasuk rokade, en passant, dan promosi pion. Setiap pemain
dituntut untuk menyelesaikan permainan sebelum waktu yang diberikan berakhir,
sehingga kecepatan berpikir, ketelitian, pengambilan keputusan, dan kemampuan
mengatur waktu menjadi faktor penting dalam memenangkan permainan.
“Dalam permainan catur, seorang
pemain tidak hanya dituntut untuk bergerak cepat, tetapi juga harus mampu
berpikir ke depan, membaca situasi, memperhitungkan risiko, menyusun strategi,
dan mengambil keputusan dengan tepat. Hal yang sama juga kami lakukan dalam
industri kedirgantaraan. Ketika membangun sebuah pesawat, tidak ada ruang untuk
keputusan yang dilakukan sembarangan. Setiap proses membutuhkan perencanaan,
ketelitian, presisi, dan perhitungan yang matang. Melalui catur, kami ingin
membawa sebuah pesan sederhana: untuk melangkah maju, kita harus mampu berpikir
strategis, bekerja dengan presisi, dan berani mengambil keputusan,” ujar Gita
Amperiawan, Direktur Utama PTDI.
Melalui Piala Dirgantara
2026, PTDI merayakan 50 tahun perjalanan dengan memperkuat semangat kebersamaan,
sportivitas, dan kolaborasi bersama insan PTDI, komunitas olahraga, dan
masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari Golden Legacy yang telah
dibangun selama lima dekade, sekaligus menguatkan langkah PTDI menuju Global
Horizon dan kiprah yang semakin luas di masa depan.
Untuk
informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :
Hubungan Masyarakat (Humas) PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Phone: +62
22 6055165
Email: pub-rel@indonesian-aerospace.com
Source: HUMAS PTDI